Resep Kue Cucur Khas Lampung Barat. Wuih .... Cukup lama blog Ummi tak berbagi resep. Sebenarnya sangat ingin berbagi resep, tapi baru sekarang terwujud kembali keinginan ini, alhamdulillah ...
Menurut pantauan Ummi di daerah lain ada nama kue serupa nama, yaitu Cucur. Nah, di Lampung khususnya Lampung Barat juga punya kue khas yang bernama Cucur.
Bentuk tampilan dari kue ini bulat dan berlubang tengahnya mirip dengan kue gelang-gelang atau kolong-kolong ada juga yang berlubang tiga, lucu dan unik pokoknya. Warnanya coklat tua karena menggunakan gula merah aren dan rasanya manis sekali.
Kue cucur khas Lampung Barat ini terbuat dari adonan tepung beras dan gula aren. Cara memasaknya dengan cara di goreng. Kue cucur ini bisa tahan hingga dua bulan asalkan cara menyimpannya baik dan saat pengolahannya juga memperhatikan kebersihan.
Kue Cucur biasa disajikan pada saat hari raya dan saat diadakan hajatan besar maupun kecil-kecilan bahkan untuk sajian cemilan di atas meja menemani minum teh hangat maupun air putih saja sudah sangat nikmat karena rasa dari kue cucur ini sangat legit sekali.
Selain rasanya yang legit (manis) karena menggunakan gula merah aren juga sangat gurih karena proses memasaknya dengan cara di goreng. Tampilannya coklat mengkilat dan membuat kue cucur tidak sulit hanya butuh sedikit telaten karena proses mencetaknya sangat tradisional
tidak ada alat cetaknya sehingga kamu harus mencetaknya satu persatu dengan tangan. Butuh sedikit kesabaran ya begitulah kira-kira.
Ayo kita intip resep kue cucur khas Lampung Barat ini.
Bahan-bahan :
1 kilogram tepung beras
1 kilogram gula merah aren
Minyak untuk menggoreng
sedikit air bersih
Caranya :
1. Uleni (remas-remas) dulu tepung beras kering dengan menggunakan tanganmu yang sudah dibersihkan terlebih dahulu, (kebiasaan di kampung menggunakan tepung beras buatan sendiri), lakukan hingga tepung terasa lebih lemas dari sebelumnya ini dilakukan agar kelak kue cucur kita mengembang cantik saat di goreng.
2. Lelehkan gula aren dengan sedikit air, agar gula lebih cepat mencair diiris-iris dulu gulanya ya dan ingat air yang digunakan untuk mencairkan gula tidak terlalu banyak karena kita akan membuat cairan gula yang kental' jadi air yang digunakan hanya untuk mencairkan gula saja.
3. Setelah air gula mengental ditandai dengan adanya letupan-letupan kecil saatnya kita memasukkan tepung berasnya terus aduk rata tepung dengan gula aren masih diatas api lakukkan hingga adonan rata dan tanak.
4. Setelah adonan tepung beras tanak angkat dari atas api. Ambil adonan sedikit lebih kurang sebesar buah kelengkeng kemudian pipihkan dan lubangi bagian tengahnya. Lakukan hingga adonan habis kemudian goreng hingga matang berwarna coklat tua.
5. Dinginkan kue cucur sebelum disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Mudahkan cara membuatnya, tapi rasanya bangek nihan dan khas banget loh! Silahkan dicoba bila ingin tahu rasanya.
Note :
Goreng kue cucur dalam minyak yang panas, kalau kue sudah mengapung tandannya kue sudah matang tunggu sesaat sebelum kue cucur diangkat dari minyak panas agar kue benar-benar matang hingga kedalam. Gunakan api sedang saat menggoreng dan minyak yang cukup banyak agar kue cucur berwarna cantik seperti menggoreng kue donat.
Kue cucur khas Lampung Barat ini sudah banyak di jual di toko-toko di Lampung Barat yang menjual oleh-oleh khas Lampung Barat, kalau kamu mengunjungi Bumi Beguwai Jejama Lampung Barat kamu bisa mendapatkannya dengan mudah.
Untuk mengatasi lengket adonan kamu bisa mengoles tangan maupun peralatan yang digunakan dengan minyak goreng dan ingat selalu perhatikan kebersihan saat mengolahnya agar kue cucur hasil olahan kita bisa tahan lama.
Dan jangan menutup rapat wadah kue sebelum kue cucur benar-benar dingin.
Selamat mencoba Resep Kue Cucur Khas Lampung Barat kue khas Nusantara. Terima kasih sudah membaca postingan ini sekedar berbagi agar khas Nusantara makin lestari.
Assalamualaikum mbak ummi, apa kbr? Lama juga yah gak berbagi info, semoga mbak selalu sehat dan kembali berbagi segala hal buat kita-kita...
ReplyDeleteKalo di tempat saya, ini namanya kue ali karena bentuknya seperti ali/cincin.
waallaikumsallam Kang Maman Achman alhamdulillah iya sehat, in syaa Allah diberi kelapangan waktu untuk terus berbagi hal-hal sederhana ... semoga ada manfaatnya
Deleteoh, iya tadi sebelum menulis balasan di kolom komentar sempat cari tahu di google tentang kue cincin
bentuknya mirip ya
ali sadikin mah gubernur dki jaman dulu....mang
Deletemirip kuih di sini, kami panggil kuih telinga keling atau kuih deram.. memang sedap dan manis
ReplyDeleteyakin...lebih manis neng Dear Anies ko
DeleteBaru tahu jika itu namanya kue cucur. Saya sering menjumpai orang keliling menjajakan makanan ini.
ReplyDeletesabrodo teuing...suwer sayah mah ngga nanya...mau sering atau jarang juga wew
Deletekirim dong mba kue nya ke tempat saya heheh
ReplyDeletekomentar teu nehnik pisan ih...
Delete.... komen klasik ga kreatif
belum tau lagi mang lembu mah. kurang alamatnya ya mang. hehehe
DeleteHmmm...., tentunya enak banget iniii..., apalagi sambil menyeruput teh yang hangat.
ReplyDeleteenak sebelah mananya, coba?
DeleteBisakah rasa kue cucur LamBar itu sampai ke Bandar Lampung Ummi? Hehe
ReplyDeletebisa mang...
Deleteberdiri aja di depan jendela...ntar tak sambit pake kue cucur...okeh
Assalamu'alaikum Ummi Hani...
ReplyDeleteBentuk dan warnanya mirip kue cincin ya...?
Kalau saya baca dari rasanya dan bahan dan cara masaknya mirip dengan kue cincin...
mang dedi kaca mata itemnya itu loch...ga oke banget deh ih...tadinya mo nyontek saya kan? ga taunys malah mate gaia...heheuy deuh
DeleteMungkin beda jarinya aja mas agak gede :D
DeleteMakanan ini belum pernah juga saya makan, sekilas dilihat dari bahan bahannya dan betuknya mirip seperti donat
ReplyDelete